Minggu, 05 Februari 2017

RESUME 2 ( PRINSIP – PRINSIP MULTIMEDIA PEMBELAJARAN )

Edit Posted by with 24 comments
PRINSIP – PRINSIP MULTIMEDIA PEMBELAJARAN

Rosch menyatakan bahwa multimedia adalah kombinasi dari komputer dan video. Sementara Mc. Cormick mendefinisikan multimedia sebagai kombinasi dari tiga elemen, yaitu suara, gambar, dan teks. Robin & Linda mengartikan multimedia sebagai alat yang dapat menciptkakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, auido, dan gambar video (Suyanto, 2003: 5)
Dalam buku yang berjudul ”The Developers Handbook to Interaktive Multimedia” , Rob Philip (1997: 8) menjelaskan :
”The term ‘multimedia’ is a catch-all phrase to describe the new wave of computer software that primarily deals with the provisions of information. The ’multimedia’ component is characterized by the presence of text, picture, sound, animation and video; some or all wich are organized into some coherence program. The ‘interactive’ component refers to the process of empowering the user to control the environment usually by a computer.”
Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa multimedia merupakan perpaduan dari beberapa elemen informasi yang dapat berupa teks, gambar, suara, animasi, dan video. Program multimedia biasanya bersifat interaktif.
Sebagai komponen dalam system pembelajaran,  pemilihan dan penggunaan multimedia pembelajaran harus memperhatikan karakteristik komponen,  seperti:  tujuan,  materi,  strategi dan juga evaluasi pembelajaran.  Berikut prinsip-prinsip multimedia pembelajaran menurut Richard E.  Mayer (2001)
1.      Prinsip Multimedia(Multimedia Principle)
"People learn better from words and pictures than from words alone”
Siswa bisa belajar lebih baik dengan kata-kata dan gambar-gambar dibandingkan dengan hanya kata-kata saja.  Dengan menambahkan ilustrasi pada teks atau menambahkan animasi pada narasi maka akan membantu siswa lebih mendalami materi atau penjelasan yang disajikan.  Menyajikan penjelasan dengan kata-kata dan gambar-gambar bisa menghasilkan pembelajaran lebih baik daripada menyajikan dengan kata-kata saja.  Saat kata-kata dan gambar disajikan secara bersamaan siswa mempunyai kesempatan untuk mengkonstruksi model-model mental verbal dan pictorial dan membangun hubungan diantara keduanya.
2.      Prinsip Keterdekatan Ruang(Spatial Contiguity Principle)
"People learn better when corresponding words and pictures are presented near rather than far from each other on the page or screen”
Siswa bisa belajar lebih baik saat kata-kata dan gambar-gambar yang saling terkait disajikan saling berdekatan daripada saling berjauhan di halaman atau di layar.Saat kata-kata dan gambar-gambar terkait saling berdekatan di halaman(dalam buku atau layar(dalam komputer)  maka siswa tidak harus menggunakan sumber-sumber kognitif secara visual mencari di halaman atau layar itu.  Siswa akan lebih bisa menangkap dan menyimpan materi bersamaan di dalam memori kerja pada waktu yang sama.
3.      Prinsip Keterdekatan Waktu (Temporal Contiguity Principle)
“People learn better when corresponding when corresponding words and pictures are presented and simultaneously rather than successively”
Siswa bisa belajar lebih baik saat kata-kata dan gambar-gambar yang terkait di secara simultan(bersamaan)  daripada bergantian.  Saat bagian narasi dan animasi yang terkait disajikan dalam waktu bersamaan,  akan lebih memungkinkan siswa untk bisa membentuk representasi mental atas keduanya dalam memori kerja dalam waktu bersamaan.  Hal ini membuat siswa lebih bisa membangun hubungan mental antara representasi verbal dan representasi visual.  Jika waktu antara mendengar kalimat dan melihat animasi relative pendek,  maka siswa masih bisa membangun koneksi antara kata-kata dan gambar.  Jika mendengar keseluruhan narasi yang panjang dan melihat keseluruhan animasi dalam waktu yang terpisah maka siswa kesulitan membangun koneksi tersebut.
4.      Prinsip koherensi (Coherence Principle)
"People learn better when extraneous words,  pictures,  and sounds are excluded rather than included”
Siswa bisa belajar lebih baik saat kata-kata,  gambar-gambar atau suara-suara ekstra dibuang.  Prinsip koherensi bisa dipecah menjadi tiga versi yang saling melengkapi(1)  pembelajaran siswa terganggu jika kata-kata dan gambar-gambar menarik namun tidak relevan ditambahkan ke presentasi multimedia. (2)  pembelajaran siswa terganggu jika terdapat suara dan music yang menarik namun tidak relevan, (3)  pembelajaran siswa akan meningkat jika kata-kata yang tidak diperlukan disingkirkan.  Gambar-gambar dan kata-kata yang menarik tapi tidak relevan bisa mengalihkan perhatian siswa dari isi materi yang penting,  dan bisa mengganggu proses penataan materi.  Dalam penyajian materi melalui multimedia siswa cenderung bisa belajar lebih banyak dan mendalam jika materi disajikan secara lebih ringkas.  Oleh karena memori kerja otak pada manusia itu terbatas maka harus difokuskan pada materi yang penting.
5.      Prinsip Modalitas (Modality Principle)
"People learn better from graphics and narration than from animation and on-screen text”
Siswa bisa belajar lebih baik pada animasi dan narasi daripada animasi dan teks pada layar.  Jika gambar dan kata-kata bersama-sama disajikan secara visual(yakni sebagai animasi dan teks maka saluran visual pictorial yang bekerja ekstra sedangkan saluran lain(verbal)  tidak berfungsi.  Jika kata-kata disajikan secara auditory maka kedua saaluran akan berfungsi.
6.      Prinsip Reduddansi (Reduddancy Principle)
"People learn better from graphics and narration than from graphics,  narration,  and on-screen text"
Siswa bisa belajar lebih baik dari animasi dan narasi daripada dari animasi,  narasi,  dan teks pada layar.  Jika kata-kata dan gambar-gambar disajikan secara visual maka saluran visual akan kelebihan beban.  Jika animasi berisi narasi yang padat,  maka sebaiknya tidak menambahkan teks yang hanya mengulang kata-kata dari narasi Keterbatasan kapasitas memori kerja menghalangi individu untuk memproses banyak elemen informasi secara langsung.  Informasi akan terserap secara lebih baik bila format desain pesannya tidak membebani perhatian mereka karena sumber-sumber ganda yang saling memasok informasi.
7.      Prinsip Sinyal(Signaling Principle)
"People learn better when cues that highlight the organization of the essential material are added”
Siswa belajar lebih baik ketika kata-kata,  diikuti dengan cue,  highlight,  penekanan yang relevan terhadap apa yang disajikan.  Kita bisa memanfaatkan warna,  animasi dan lain-lain untuk menunjukkan penekanan,  highlight atau pusat perhatian focus of interest).  Makanya kombinasi penggunaan media yang relevan sangat penting sebagai pembantu dalam proses pembelajaran
8.      Prinsip Personalisasi (Personalization Principle)
"People learn better from multimedia lessons when words are in conversational style rather than formal style”
Siswa orang belajar lebih baik dari teks atau kata-kata yang bersifat komunikatif(conversational)  daripada kalimat yang lebih bersifat formal.  Terdapat lima tahap dalam merancang multimedia pembelajaran yaitu memilih kata-kata yang relevan dengan teks atau narasi yang tersaji,  memilih gambar-gambar yang relevan dengan illustrasi yang tersaji,  mengatur kata-kata yang terpilih tersebut ke dalam representasi verbal yang koheren,  mengatur gambar-gambar yang terpilih tersebut ke dalam representasi visual yang koheren,  dan memadukan representasi verbal dan representasi visual tersebut dengan pengetahuan-pengetahuan sebelumnya.
9.      Prinsip Perbedaan Individual (Individul Differences Principle)
“Design effects are stronger for low-knowledge learners than for high-knowledge learners.  Design effects are stronger for high-spatial learners than for low-spatial learners”
Pengaruh desain lebih kuat terhadap siswa berpengetahuan rendah daripada berpengetahuan tinggi,  dan terhadap siswa berkemampuan spasial tinggi daripada berspasial rendah.  Siswa yang berpengetahuan lebih tinggi bisa menggunakan pengetahuan yang dimiliki sebelumnya untuk mengkompensasi atas kurangnya petunjuk dalam presentasi.  Siswa yang berpengetahuan rendah kurang bisa melakukan pemrosesan kognitif yang berguna saat presentasinya kurang petunjuk.  Siswa yang memiliki kemampuan spasial yang tinggi memiliki kapasitas kognitif untuk secara mental memadukan reprentasi verbal dan visual dari presentasi multimedia yang ada.  Siswa yang berspasial rendah harus mengerahkan kapasitas kognitif yang begitu banyak untuk memahami apa yang disajikan.
10.   Prinsip Suara (Voice Principle)
"People learn better when words are spoken in a standard-accented human voice than in a machine voice or foreign-accented human voice"
Siswa belajar lebih baik ketika kata-kata yang diucapkan dengan suara standar beraksen manusia dibandingkan dengan suara mesin atau asing beraksen suara manusia.
11.  Prinsip Gambar (Image Principle)
"People do not necessarily learn better from a multimedia lesson when the speaker's image is added to the screen"
Siswa tidak perlu belajar lebih baik dari pelajaran multimedia bila gambar pembicara ditambahkan ke layar.
12.  Prinsip Pra-pelatihan (Pre-training Principle)
"People learn better from a multimedia lesson when they know the names and characteristics of the main concepts”
Siswa belajar lebih baik dari pelajaran multimedia bila mereka tahu nama-nama dan karakteristik konsep utama.



DAFTAR PUSTAKA
Mayer, Richard  E.  2001.  Multimedia Learning.  New York:  Cambridge  University Press.
Philips, Rob. 1997. The Developer’s Handbook to Interactive Multimedia. London : Kogan Page.

Suyanto , M. 2003 . Multimedia alat untuk meningkatkan keunggulan bersaing,. Jakarta : Andi.

24 komentar:

  1. apakah suatu media pembelejaran harus terdapat 12 prinsip tersebut di dalamnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya ingin mencoba membantu menjawab, menurut saya 12 prinsip tersebut harus ada didalam suatu media pembelajaran, terutama yakni dalam multimedia itu sendiri, yang namanya saja prisip,berarti itu adalah suatu pedoman atau pegangan dalam membuat suatu media pembelajaran

      Hapus
    2. iya olga. benar sekali. terimakasih telah membantu jawab

      Hapus
  2. Dalam blog anda saya mengutip "Saat kata-kata dan gambar-gambar terkait saling berdekatan di halaman(dalam buku atau layar(dalam komputer) maka siswa tidak harus menggunakan sumber-sumber kognitif" dapatkah anda jelaskan mengapa tidak harus menggunakan sumber2 kognitif?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sumber kognitif berupa pengalaman. Jadi disaat kata2 dan gambar2 saling terkait tidak perlu berdasarkan pengalamannya lagi. Tapi lgsung melihat dan memahami dri kata2 dan gambar2 terkait itu saja

      Hapus
  3. jelaskan menurut anda Multimedia yang seperti apa yang cocok digunakan dalam pembelajaran di indonesia ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tergantung letak dan fasilitas sekolah lahnya.
      Kalau di perkotaan, anak2 sudah paham teknologi. Sekolah memiliki listrik yg memadai. Ada infocus. Bisa mnggunakan ppt

      Hapus
  4. jelaskan jika dalam pembelajaran kesiapan dan motivasi tidak ada di diri pelajar?apa yang dapat ditimbulkan jika hal tersebut terjadi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pastinya proses belajar tidak berjalan baik.

      Hapus
  5. jelaskan prinsip apa yang paling penting dalam multimedia pembelajaran?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semua prinsip saya rasa penting tidak dapat dianggap yg satu penting dan yg lainnya tidak. Karna saling terkait. Suatu media yg baik harus memenuhi prinsip2 tsb

      Hapus
  6. Siswa belajar lebih baik ketika kata-kata, diikuti dengan cue, highlight, penekanan yang relevan terhadap apa yang disajikan. Maksud dari cue, highlight dan penekanan yang relevan itu seperti apa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cue adalah tanda/isyarat.
      Highlight adalah pokok nya atau garis beras nya atau hal2 yg penting..
      Dan penekanan yg relevan.
      Jadiiii
      Siswa akan belajar lebih baik jika suatu yg pnting itu diberi tanda. Digaris bawahi misal nya. Lalu ditunjukkan pokok2 pnting nya selanjutnya ditekan kan lagi dg ssuatu yg relevan.

      Hapus
  7. jelaskan menurut anda Multimedia yang seperti apa yang cocok digunakan dalam pembelajaran di indonesia ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pertanyaan anda sma sperti saudari nia.
      Akan saya jawab lagi.
      Tergantung letak dan fasilitas sekolah lahnya.
      Kalau di perkotaan, anak2 sudah paham teknologi. Sekolah memiliki listrik yg memadai. Ada infocus. Bisa mnggunakan ppt

      Hapus
  8. Pada Prinsip Interaktivitas, Orang belajar lebih baik ketika ia dapat mengendalikan sendiri apa yang sedang dipelajarinya (manipulatif: simulasi, game, branching). Coba anda jelaskan lebih lanjut mengenai hal tersebut?

    BalasHapus
  9. Apakah prinsip-prinsip ini harus berjalan seluruhnya?

    BalasHapus
  10. saya ingin menjawab pertanyaan rahmat
    menurut saya dalam multimedia pembelajaran seluruh prinsip ini harus diterapkan agar diperoleh media yang tepat dan efektif digunakan dalam pembelajran?

    BalasHapus
  11. saya akan menjawab pertanyaan yultari :

    Sebenarnya, orang belajar itu tidak selalu linier alias urut satu persatu. Dalam kenyataannya lebih banyak loncat dari satu hal ke hal lain. Oleh karena itu, multimedia pembelajaran harus memungkinkan user/pengguna dapat mengendalikan penggunaan daripada media itu sendiri. dengan kata lain, lebih manipulatif (dalam arti dapat dikendalikan sendiri oleh user) akan lebih baik. Simulasi, branching, game, navigasi yang konsisten dan jelas, bahasa yang komunikatif, dan lain-lain akan memungkinkan tingkat interaktivitas makin tinggi.

    BalasHapus
  12. Jelaskan maksud dari Siswa tidak perlu belajar lebih baik dari pelajaran multimedia bila gambar pembicara ditambahkan ke layar.

    BalasHapus
  13. bisakah anda menjelaskan perbedaan prinsip keterdekatan ruang dan waktu dilengkapi dengan contoh?

    BalasHapus
  14. Sebagai komponen dalam system pembelajaran, pemilihan dan penggunaan multimedia pembelajaran harus memperhatikan karakteristik komponen, seperti: tujuan, materi, strategi dan juga evaluasi pembelajaran. Tolong jelaskan karaktersistik komponen tersebut ?

    BalasHapus
  15. jika anda menjadi seorang guru nantinya prinsip apakah yang akan anda jadikan dasar untuk anda membuat multimedia pembelajaran kimia? jeelaskan alasan anda!

    BalasHapus
  16. jelaskan jika dalam pembelajaran kesiapan dan motivasi tidak ada di diri pelajar? apa yang harus dilakuksn seorsng guru??

    BalasHapus