PRINSIP – PRINSIP MULTIMEDIA PEMBELAJARAN
Rosch menyatakan
bahwa multimedia adalah kombinasi dari komputer dan video. Sementara Mc.
Cormick mendefinisikan multimedia sebagai kombinasi dari tiga elemen, yaitu
suara, gambar, dan teks. Robin & Linda mengartikan multimedia sebagai alat
yang dapat menciptkakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang
mengkombinasikan teks, grafik, animasi, auido, dan gambar video (Suyanto, 2003:
5)
Dalam buku yang
berjudul ”The Developers Handbook to Interaktive Multimedia” , Rob Philip
(1997: 8) menjelaskan :
”The term
‘multimedia’ is a catch-all phrase to describe the new wave of computer
software that primarily deals with the provisions of information. The
’multimedia’ component is characterized by the presence of text, picture,
sound, animation and video; some or all wich are organized into some coherence
program. The ‘interactive’ component refers to the process of empowering the
user to control the environment usually by a computer.”
Berdasarkan
beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa multimedia merupakan
perpaduan dari beberapa elemen informasi yang dapat berupa teks, gambar, suara,
animasi, dan video. Program multimedia biasanya bersifat interaktif.
Sebagai komponen
dalam system pembelajaran, pemilihan dan
penggunaan multimedia pembelajaran harus memperhatikan karakteristik
komponen, seperti: tujuan,
materi, strategi dan juga
evaluasi pembelajaran. Berikut
prinsip-prinsip multimedia pembelajaran menurut Richard E. Mayer (2001)
1. Prinsip
Multimedia(Multimedia Principle)
"People
learn better from words and pictures than from words alone”
Siswa
bisa belajar lebih baik dengan kata-kata dan gambar-gambar dibandingkan dengan
hanya kata-kata saja. Dengan menambahkan
ilustrasi pada teks atau menambahkan animasi pada narasi maka akan membantu
siswa lebih mendalami materi atau penjelasan yang disajikan. Menyajikan penjelasan dengan kata-kata dan
gambar-gambar bisa menghasilkan pembelajaran lebih baik daripada menyajikan
dengan kata-kata saja. Saat kata-kata
dan gambar disajikan secara bersamaan siswa mempunyai kesempatan untuk
mengkonstruksi model-model mental verbal dan pictorial dan membangun hubungan
diantara keduanya.
2. Prinsip
Keterdekatan Ruang(Spatial Contiguity Principle)
"People
learn better when corresponding words and pictures are presented near rather
than far from each other on the page or screen”
Siswa
bisa belajar lebih baik saat kata-kata dan gambar-gambar yang saling terkait
disajikan saling berdekatan daripada saling berjauhan di halaman atau di
layar.Saat kata-kata dan gambar-gambar terkait saling berdekatan di
halaman(dalam buku atau layar(dalam komputer)
maka siswa tidak harus menggunakan sumber-sumber kognitif secara visual
mencari di halaman atau layar itu. Siswa
akan lebih bisa menangkap dan menyimpan materi bersamaan di dalam memori kerja
pada waktu yang sama.
3. Prinsip
Keterdekatan Waktu (Temporal Contiguity Principle)
“People
learn better when corresponding when corresponding words and pictures are
presented and simultaneously rather than successively”
Siswa
bisa belajar lebih baik saat kata-kata dan gambar-gambar yang terkait di secara
simultan(bersamaan) daripada
bergantian. Saat bagian narasi dan
animasi yang terkait disajikan dalam waktu bersamaan, akan lebih memungkinkan siswa untk bisa
membentuk representasi mental atas keduanya dalam memori kerja dalam waktu
bersamaan. Hal ini membuat siswa lebih
bisa membangun hubungan mental antara representasi verbal dan representasi
visual. Jika waktu antara mendengar
kalimat dan melihat animasi relative pendek,
maka siswa masih bisa membangun koneksi antara kata-kata dan
gambar. Jika mendengar keseluruhan
narasi yang panjang dan melihat keseluruhan animasi dalam waktu yang terpisah
maka siswa kesulitan membangun koneksi tersebut.
4. Prinsip
koherensi (Coherence Principle)
"People
learn better when extraneous words,
pictures, and sounds are excluded
rather than included”
Siswa
bisa belajar lebih baik saat kata-kata,
gambar-gambar atau suara-suara ekstra dibuang. Prinsip koherensi bisa dipecah menjadi tiga
versi yang saling melengkapi(1)
pembelajaran siswa terganggu jika kata-kata dan gambar-gambar menarik
namun tidak relevan ditambahkan ke presentasi multimedia. (2) pembelajaran siswa terganggu jika terdapat
suara dan music yang menarik namun tidak relevan, (3) pembelajaran siswa akan meningkat jika
kata-kata yang tidak diperlukan disingkirkan.
Gambar-gambar dan kata-kata yang menarik tapi tidak relevan bisa
mengalihkan perhatian siswa dari isi materi yang penting, dan bisa mengganggu proses penataan
materi. Dalam penyajian materi melalui
multimedia siswa cenderung bisa belajar lebih banyak dan mendalam jika materi
disajikan secara lebih ringkas. Oleh karena
memori kerja otak pada manusia itu terbatas maka harus difokuskan pada materi
yang penting.
5. Prinsip
Modalitas (Modality Principle)
"People
learn better from graphics and narration than from animation and on-screen
text”
Siswa
bisa belajar lebih baik pada animasi dan narasi daripada animasi dan teks pada
layar. Jika gambar dan kata-kata
bersama-sama disajikan secara visual(yakni sebagai animasi dan teks maka
saluran visual pictorial yang bekerja ekstra sedangkan saluran
lain(verbal) tidak berfungsi. Jika kata-kata disajikan secara auditory maka
kedua saaluran akan berfungsi.
6. Prinsip
Reduddansi (Reduddancy Principle)
"People
learn better from graphics and narration than from graphics, narration,
and on-screen text"
Siswa
bisa belajar lebih baik dari animasi dan narasi daripada dari animasi, narasi,
dan teks pada layar. Jika
kata-kata dan gambar-gambar disajikan secara visual maka saluran visual akan
kelebihan beban. Jika animasi berisi
narasi yang padat, maka sebaiknya tidak
menambahkan teks yang hanya mengulang kata-kata dari narasi Keterbatasan
kapasitas memori kerja menghalangi individu untuk memproses banyak elemen
informasi secara langsung. Informasi
akan terserap secara lebih baik bila format desain pesannya tidak membebani
perhatian mereka karena sumber-sumber ganda yang saling memasok informasi.
7. Prinsip
Sinyal(Signaling Principle)
"People
learn better when cues that highlight the organization of the essential
material are added”
Siswa
belajar lebih baik ketika kata-kata,
diikuti dengan cue,
highlight, penekanan yang relevan
terhadap apa yang disajikan. Kita bisa
memanfaatkan warna, animasi dan
lain-lain untuk menunjukkan penekanan,
highlight atau pusat perhatian focus of interest). Makanya kombinasi penggunaan media yang
relevan sangat penting sebagai pembantu dalam proses pembelajaran
8. Prinsip
Personalisasi (Personalization Principle)
"People
learn better from multimedia lessons when words are in conversational style
rather than formal style”
Siswa
orang belajar lebih baik dari teks atau kata-kata yang bersifat
komunikatif(conversational) daripada
kalimat yang lebih bersifat formal.
Terdapat lima tahap dalam merancang multimedia pembelajaran yaitu
memilih kata-kata yang relevan dengan teks atau narasi yang tersaji, memilih gambar-gambar yang relevan dengan
illustrasi yang tersaji, mengatur
kata-kata yang terpilih tersebut ke dalam representasi verbal yang
koheren, mengatur gambar-gambar yang
terpilih tersebut ke dalam representasi visual yang koheren, dan memadukan representasi verbal dan
representasi visual tersebut dengan pengetahuan-pengetahuan sebelumnya.
9. Prinsip
Perbedaan Individual (Individul Differences Principle)
“Design
effects are stronger for low-knowledge learners than for high-knowledge
learners. Design effects are stronger
for high-spatial learners than for low-spatial learners”
Pengaruh
desain lebih kuat terhadap siswa berpengetahuan rendah daripada berpengetahuan
tinggi, dan terhadap siswa berkemampuan
spasial tinggi daripada berspasial rendah.
Siswa yang berpengetahuan lebih tinggi bisa menggunakan pengetahuan yang
dimiliki sebelumnya untuk mengkompensasi atas kurangnya petunjuk dalam
presentasi. Siswa yang berpengetahuan
rendah kurang bisa melakukan pemrosesan kognitif yang berguna saat
presentasinya kurang petunjuk. Siswa
yang memiliki kemampuan spasial yang tinggi memiliki kapasitas kognitif untuk
secara mental memadukan reprentasi verbal dan visual dari presentasi multimedia
yang ada. Siswa yang berspasial rendah
harus mengerahkan kapasitas kognitif yang begitu banyak untuk memahami apa yang
disajikan.
10. Prinsip Suara (Voice Principle)
"People
learn better when words are spoken in a standard-accented human voice than in a
machine voice or foreign-accented human voice"
Siswa
belajar lebih baik ketika kata-kata yang diucapkan dengan suara standar
beraksen manusia dibandingkan dengan suara mesin atau asing beraksen suara
manusia.
11. Prinsip
Gambar (Image Principle)
"People
do not necessarily learn better from a multimedia lesson when the speaker's
image is added to the screen"
Siswa
tidak perlu belajar lebih baik dari pelajaran multimedia bila gambar pembicara
ditambahkan ke layar.
12. Prinsip
Pra-pelatihan (Pre-training Principle)
"People
learn better from a multimedia lesson when they know the names and characteristics
of the main concepts”
Siswa
belajar lebih baik dari pelajaran multimedia bila mereka tahu nama-nama dan
karakteristik konsep utama.
DAFTAR PUSTAKA
Mayer,
Richard E. 2001. Multimedia
Learning. New York: Cambridge
University Press.
Philips, Rob.
1997. The Developer’s Handbook to Interactive Multimedia. London : Kogan
Page.
Suyanto , M.
2003 . Multimedia alat untuk meningkatkan keunggulan bersaing,. Jakarta
: Andi.
apakah suatu media pembelejaran harus terdapat 12 prinsip tersebut di dalamnya?
BalasHapussaya ingin mencoba membantu menjawab, menurut saya 12 prinsip tersebut harus ada didalam suatu media pembelajaran, terutama yakni dalam multimedia itu sendiri, yang namanya saja prisip,berarti itu adalah suatu pedoman atau pegangan dalam membuat suatu media pembelajaran
Hapusiya olga. benar sekali. terimakasih telah membantu jawab
HapusDalam blog anda saya mengutip "Saat kata-kata dan gambar-gambar terkait saling berdekatan di halaman(dalam buku atau layar(dalam komputer) maka siswa tidak harus menggunakan sumber-sumber kognitif" dapatkah anda jelaskan mengapa tidak harus menggunakan sumber2 kognitif?
BalasHapusSumber kognitif berupa pengalaman. Jadi disaat kata2 dan gambar2 saling terkait tidak perlu berdasarkan pengalamannya lagi. Tapi lgsung melihat dan memahami dri kata2 dan gambar2 terkait itu saja
Hapusjelaskan menurut anda Multimedia yang seperti apa yang cocok digunakan dalam pembelajaran di indonesia ?
BalasHapusTergantung letak dan fasilitas sekolah lahnya.
HapusKalau di perkotaan, anak2 sudah paham teknologi. Sekolah memiliki listrik yg memadai. Ada infocus. Bisa mnggunakan ppt
jelaskan jika dalam pembelajaran kesiapan dan motivasi tidak ada di diri pelajar?apa yang dapat ditimbulkan jika hal tersebut terjadi?
BalasHapusPastinya proses belajar tidak berjalan baik.
Hapusjelaskan prinsip apa yang paling penting dalam multimedia pembelajaran?
BalasHapusSemua prinsip saya rasa penting tidak dapat dianggap yg satu penting dan yg lainnya tidak. Karna saling terkait. Suatu media yg baik harus memenuhi prinsip2 tsb
HapusSiswa belajar lebih baik ketika kata-kata, diikuti dengan cue, highlight, penekanan yang relevan terhadap apa yang disajikan. Maksud dari cue, highlight dan penekanan yang relevan itu seperti apa?
BalasHapusCue adalah tanda/isyarat.
HapusHighlight adalah pokok nya atau garis beras nya atau hal2 yg penting..
Dan penekanan yg relevan.
Jadiiii
Siswa akan belajar lebih baik jika suatu yg pnting itu diberi tanda. Digaris bawahi misal nya. Lalu ditunjukkan pokok2 pnting nya selanjutnya ditekan kan lagi dg ssuatu yg relevan.
jelaskan menurut anda Multimedia yang seperti apa yang cocok digunakan dalam pembelajaran di indonesia ?
BalasHapusPertanyaan anda sma sperti saudari nia.
HapusAkan saya jawab lagi.
Tergantung letak dan fasilitas sekolah lahnya.
Kalau di perkotaan, anak2 sudah paham teknologi. Sekolah memiliki listrik yg memadai. Ada infocus. Bisa mnggunakan ppt
Pada Prinsip Interaktivitas, Orang belajar lebih baik ketika ia dapat mengendalikan sendiri apa yang sedang dipelajarinya (manipulatif: simulasi, game, branching). Coba anda jelaskan lebih lanjut mengenai hal tersebut?
BalasHapusApakah prinsip-prinsip ini harus berjalan seluruhnya?
BalasHapussaya ingin menjawab pertanyaan rahmat
BalasHapusmenurut saya dalam multimedia pembelajaran seluruh prinsip ini harus diterapkan agar diperoleh media yang tepat dan efektif digunakan dalam pembelajran?
saya akan menjawab pertanyaan yultari :
BalasHapusSebenarnya, orang belajar itu tidak selalu linier alias urut satu persatu. Dalam kenyataannya lebih banyak loncat dari satu hal ke hal lain. Oleh karena itu, multimedia pembelajaran harus memungkinkan user/pengguna dapat mengendalikan penggunaan daripada media itu sendiri. dengan kata lain, lebih manipulatif (dalam arti dapat dikendalikan sendiri oleh user) akan lebih baik. Simulasi, branching, game, navigasi yang konsisten dan jelas, bahasa yang komunikatif, dan lain-lain akan memungkinkan tingkat interaktivitas makin tinggi.
Jelaskan maksud dari Siswa tidak perlu belajar lebih baik dari pelajaran multimedia bila gambar pembicara ditambahkan ke layar.
BalasHapusbisakah anda menjelaskan perbedaan prinsip keterdekatan ruang dan waktu dilengkapi dengan contoh?
BalasHapusSebagai komponen dalam system pembelajaran, pemilihan dan penggunaan multimedia pembelajaran harus memperhatikan karakteristik komponen, seperti: tujuan, materi, strategi dan juga evaluasi pembelajaran. Tolong jelaskan karaktersistik komponen tersebut ?
BalasHapusjika anda menjadi seorang guru nantinya prinsip apakah yang akan anda jadikan dasar untuk anda membuat multimedia pembelajaran kimia? jeelaskan alasan anda!
BalasHapusjelaskan jika dalam pembelajaran kesiapan dan motivasi tidak ada di diri pelajar? apa yang harus dilakuksn seorsng guru??
BalasHapus